16 Januari 2008

New Things in New Year

sebenarnya udah agak basi nulis tentang tahun baru di tanggal-tanggal segini. Memang blog ini sudah terlantar lama sekali. harusnya entri ini ditulis sejak minggu-minggu lalu, baru bisa naik cetak hari ini. Sebenarnya malu juga karena ada orang yang lebih sibuk tapi bisa rajin menulis blog.

So, what is new in 2008M or 1429H ?

Kubikel baru
Karena terjadi penggusuran dan masuknya karyawan baru, bulan ini saya menempati kubikel baru. Lebih baik dibanding kubikel yang lama karena di tempat yang baru lebih luas, lebih mojok (ga ada yang mondar-mandir), dan ada pintunya yang bisa ditutup.

Anak buah baru
Salah satu kesibukan saya bulan desember lalu adalah menginterview banyak kandidat (mungkin 30-an orang lebih) and akhirnya ketemu juga satu orang yang meet dengan requirement saya. Cuma satu? ga juga, dari sekian banyak yang saya interview, masuk 4 engineer berdasarkan rekomendasi saya. satu diantaranya menjadi bawahan langsung.

Rumah baru
Yang dimaksud rumah beneran. Sebenarnya sejak akhir november 2007 kemarin saya hijrah kerumah sendiri (selama ini dirumah mertua). Harusnya poin ini jadi posting tersendiri di blog ini. Mungkin kapan-kapan saya ceritanya lebih detail.

Pohon baru
Guna mensukseskan gerakan menanam sejuta pohon, tidak ketinggalan saya menanam pohon di halaman belakang rumah saya. minggu lalu saya membeli dan menamam pohoh Rambutan. kenapa rambutan? Karena sepanjang jalan menuju rumah saya bergelayut rambutan merah-merah ranum dan siap dipetik. Tentunya kita tidak mau kalah ikutan panen dimusim rambutan berikutnya.

Tetangga baru
Ya namanya orang baru pindahan, kudu kenal sama tetangga-tetangga dong. sebelah rumah sampai pojokan sana sudah kenal lama, tapi tetangga yang agak jauhan masih kudu kenalan.

Apa lagi yaa? Yang jelas tahun baru! Selamat tahun baru 1429H.

1 komentar:

Harry mengatakan...

Guna mensukseskan gerakan menanam sejuta pohon, tidak ketinggalan saya menanam pohon di halaman belakang rumah saya. minggu lalu saya membeli dan menamam pohoh Rambutan. kenapa rambutan? Karena sepanjang jalan menuju rumah saya bergelayut rambutan merah-merah ranum dan siap dipetik. Tentunya kita tidak mau kalah ikutan panen dimusim rambutan berikutnya.

Saya dulu suka membuang biji buah-buahan ke kebun, iseng saja lihat apa yang bisa tumbuh dari situ :)

Yang sukses ternyata pohon pepaya, he he he :D