22 Oktober 2007

Pengalaman dengan Wimode

Saat menonton iklannya pertama kali di Televisi beberapa bulan lalu saya berkata dalam hati "Hmm... mungkinkah ini yang saya butuhkan?".

Alternatif internet mobile saat ini sudah sangat banyak: berbagai provider dengan berbagai teknologi. Namun diantara sekian banyak itu kesemuanya (setidaknya bagi saya) masih belum cocok. pertama, tarif yang relatif masih mahal (baik paket ataupun eceran) untuk saya. kedua, saya berkeberatan untuk berinvestasi membeli perangkat 3G atau gadget baru (HandPhone, blackberry atau modem) kecuali memang kebutuhannya sudah sangat mendesak. Masalahnya internet mobile buat saya hanyalah untuk kondisi darurat. Hanya menarik atau mengirim email di jalan (itu pun kadang-kadang).

Saya coba-coba cari informasi di google, banyak pujian sekaligus kekecewaan dari pemakai Wimode. Kelihatannya bagus tidaknya wimode tergantung lokasi dimana pengguna berada. beruntung ada seorang rekan yang mau menjual wimodenya dan saya boleh mencoba sebelum memutuskan untuk membeli.

Hasilnya? cukup bagus di banyak lokasi kecuali dirumah saya padahal pengakuan salah seorang kawan baik saya, wimode cukup bagus dirumahnya yang berjarak kurang dari 500 meter dari rumah saya.

Setelah beberapa hari coba, akhirnya saya memutuskan beli saja wimode teman saya ini. diskon cuma 50rebu dari harga baru. Kendala ga dapet sinyal dirumah no problem, toh saya memang biasa mengandalkan cbn dial-up kalau sedang ada di rumah.

Dalam sebulan ini saya sudah belasan kali menggunakan wimode, menurut saya wimode cukup bagus namun tidak bagus-bagus banget. Kebetulan wimode memenuhi kebutuhan saya untuk sekedar menarik email ketika saya sedang berada di luar kantor. Namun ketika saya iseng coba-coba download dan surfing, kecepatan transfernya tidak jauh berbeda dengan internet dial-up. Jika anda senang (dan sering) jalan-jalan dan dowload file dari internet, sepertinya wimode masih kurang oke (di bandingkan dengan IM2, fren atau XL misalnya) ditinjau dari sisi harga dan kualitas. Dari beberapa lokasi yang pernah saya coba, hanya dirumah sayalah (daerah kebon bawang, tanjung priuk) yang agak apes tidak dapat sinyal.

Jadi sejauh ini, saya cukup puas dengan wimode ditinjau dengan kebutuhan saya saat ini. Mungkin ketika kebutuhan saya meningkat, mau tidak mau saya pertimbangkan beli HP baru dan migrasi ke teknologi 3G (ngomong-ngomong sudah 4 tahun lebih belum ganti HP nich. masih HP yang lama). Kalau boleh komplain, kekurangan lain dari wimode adalah harga modemnya relatif mahal (paling muhra rp. 599 ribu) rupiah. menurut saya pantasnya harga modem tersebut kisarannya antara150 s.d 250 ribu rupiah,

Ngomong-ngomong tentang Wimode yang saya beli bekas dari teman saya itu, alasan dijual katanya mau beli modem yang lebih canggih. Namun ketahuan di salah satu milis, doi mengaku keciwa dengan wimode. Halah... Jual rugi ya? berikut skrin syut email beliau:



Bagaimana pengalaman anda?

1 komentar:

Anonim mengatakan...

wah mas mau share juga nih.

awalna karba kebutuhan pekerjaan saya butuh wirelessinternet yg bisa mobile, mengingat saya banyak di jalan dan mmbutuhkan koneksi di luar.

setelah dapat berita2 dari luar dan teman, saya memutuskan beli wimode di roxy, walau ada teman yg memberi masukan ttg kejelekan wimode.


so, setelah sebulan ini memakainya ternyata di bilang di puaskan juga ya di bilang mengecewakan juga iya.


wimode sering putus2 dah gt sering download yg agak berat gak bisa kebaca,...

memang kebutuhan terpenting saya sekedar chat bila boss ke luar negeri, dah gitu paling sering email emailan dgn boss dan rekan bisnis.

so,...intinya kalau untuk sekedar berinternet ria yg ala kadarnya hanya email cukup lah wimode.


namun satu yg jadi masukan wimode,....harga perdetik nya terlalu mahal, baru beli 25 ribu itu hanya beberapa jam, dibanding dgn tariff warnet yg lebih murah.9000 di warnet udah bisa dua jam.