12 Juli 2006

Tips Membuat Resume (bag. 1)

akhir-akhir ini saya membaca beberapa resume junior saya dan saya sedikit mengernyitkan dahi, karena ada orang yang saya anggap cukup qualified, tapi koq membaca resumenya malah terkesan biasa-biasa saja. Tampaknya yang bersangkutan tidak tahu cara membuat resume yang "menjual". Berikut ini saya mencoba berbagi ilmu bagaimana membuat resume yang baik.

Ada beberapa prinsip yang harus diketahui untuk membuat resume,

Prinsip pertama: Make it handy: Cukup selembar saja.
Ya. Sebuah resume bukan sebuah buku autobiografi. cukup selebar saja, maksimum 2 halaman bolak balik. banyak orang yang beranggapan resume yang berlembar-lembar akan semakin bagus. Justru sebaliknya. Jangan mengira resume yang berlembar-lembar membuat seorang recruiter terpesona. Seorang recruiter biasanya mengevaluasi puluhan, ratusan atau bahkan mungkin ribuan resume dalam waktu yang terbatas (bayangkan kalau anda yang jadi recruiter). Resume dengan banyak halaman beresiko tercecer (terpisah-pisah) dan mungkin karena bikin ribet, recruiter jadi malas untuk menyimpannya. Jadi Apa yang harus dilakukan? Buat seringkas mungkin.

tips:
Akan lebih baik Kalau anda sedikit modal. Cetak resume anda diatas kertas konqueror (yang biasa digunakan untuk kartu nama) dengan menggunakan printer berwarna. Jika resume anda terlihat eksklusif dan "mahalan", setidaknya recruiter berminat untuk membaca sampai habis sebelum memutuskan qualified atau tidak.

Jika anda ingin membuat resume dalam bentuk soft copy, gunakan format yang relatif aman dan pastikan ukuran file relatif kecil (saya anjurkan menggunakan format .pdf dengan ukuran file kurang dari 100kb).

Selanjutnya
Tips Membuat Resume (bag. 2)
Tips Membuat Resume (bag. 3)

3 komentar:

semperman mengatakan...

kalo kita kirim resume ke suatu company via e-mail, sebaiknya menggunakan address di tempat kerja sekarang atau pakai address yg lebih "netral" semacam yahoo atau gmail?

ech mengatakan...

Menurutku sebaiknya kita menggunakan alamat email yang lebih netral (seperti yahoo mail atau gmail). pakai email kantor rasanya tidak etis karena mengirim lamaran kerja adalah urusan pribadi.

Anonim mengatakan...

wah ide yang bagus tuh..membuat resume jadi exclusive..