ech's blog

thought and journey


Tips Membuat Resume (bag. 1)

akhir-akhir ini saya membaca beberapa resume junior saya dan saya sedikit mengernyitkan dahi, karena ada orang yang saya anggap cukup qualified, tapi koq membaca resumenya malah terkesan biasa-biasa saja. Tampaknya yang bersangkutan tidak tahu cara membuat resume yang "menjual". Berikut ini saya mencoba berbagi ilmu bagaimana membuat resume yang baik.

Ada beberapa prinsip yang harus diketahui untuk membuat resume,

Prinsip pertama: Make it handy: Cukup selembar saja.
Ya. Sebuah resume bukan sebuah buku autobiografi. cukup selebar saja, maksimum 2 halaman bolak balik. banyak orang yang beranggapan resume yang berlembar-lembar akan semakin bagus. Justru sebaliknya. Jangan mengira resume yang berlembar-lembar membuat seorang recruiter terpesona. Seorang recruiter biasanya mengevaluasi puluhan, ratusan atau bahkan mungkin ribuan resume dalam waktu yang terbatas (bayangkan kalau anda yang jadi recruiter). Resume dengan banyak halaman beresiko tercecer (terpisah-pisah) dan mungkin karena bikin ribet, recruiter jadi malas untuk menyimpannya. Jadi Apa yang harus dilakukan? Buat seringkas mungkin.

tips:
Akan lebih baik Kalau anda sedikit modal. Cetak resume anda diatas kertas konqueror (yang biasa digunakan untuk kartu nama) dengan menggunakan printer berwarna. Jika resume anda terlihat eksklusif dan "mahalan", setidaknya recruiter berminat untuk membaca sampai habis sebelum memutuskan qualified atau tidak.

Jika anda ingin membuat resume dalam bentuk soft copy, gunakan format yang relatif aman dan pastikan ukuran file relatif kecil (saya anjurkan menggunakan format .pdf dengan ukuran file kurang dari 100kb).

Selanjutnya
Tips Membuat Resume (bag. 2)
Tips Membuat Resume (bag. 3)

Label:

3 Responses to “Tips Membuat Resume (bag. 1)”

  1. # Anonymous semperman

    kalo kita kirim resume ke suatu company via e-mail, sebaiknya menggunakan address di tempat kerja sekarang atau pakai address yg lebih "netral" semacam yahoo atau gmail?  

  2. # Blogger ech

    Menurutku sebaiknya kita menggunakan alamat email yang lebih netral (seperti yahoo mail atau gmail). pakai email kantor rasanya tidak etis karena mengirim lamaran kerja adalah urusan pribadi.  

  3. # Anonymous Anonim

    wah ide yang bagus tuh..membuat resume jadi exclusive..  

Poskan Komentar

Links to this post

Buat sebuah Link

Search

About me

  • /me orang biasa saja. Berkeluarga dengan satu istri dan dua orang anak. Saat ini bekerja di salah satu perusahaan konsultan IT. Mempunyai minat di bidang IT, astronomy dan Fisika. Hobby baca and ngoprek komputer.
  • My profile


Topik

Archives