20 September 2013

Selamat jalan pak prof. O Diran

Ketika dulu pertama datang ke bandung setelah diterima di ITB, di tanya oleh senior SMA yang sudah duluan di ITB, "dapet Jurusan apa?" tanyanya. "Penerbangan mas". "Wah diajarin sama pak diran dong waha ha ha.." Dalam hati saya waktu itu "emang pak Diran siapa sih?"

Tidak terlalu susah untuk pada akhirnya mengetahui pak diran memang legenda. tidak hanya di Penerbangan, namun di ITB dan juga di dunia penerbangan di Indonesia. saya "beruntung" pernah diajar pak Diran selama tiga semester (setelah tahun 1996 pak diran tidak lagi aktif mengajar di kelas).

Saya tidak pernah mendapatkan nilai "A" dari pak Diran, namun beberapa filosofi hidup yang saya amalkan adalah warisan dari pak Diran. "ketika kalian lulus dari sini, semua ilmu yang kalian pelajari sekarang sudah usang semua. Karema itu belajarlah menjadi pembelajar". Menurut pak Diran, mastering sebuah skill bukanlah hal yang paling penting. Adaptif terhadap perubahan dan kemajuan, kemampuan menyerap ilmu dengan cepat, kemampuan berpikir dan bekerja secara metodologis, itulah kunci sukses seorang engineer dimasa sekarang.


Di kelas pak Diran selalu menantang mahasiswa menjelaskan sesuatu dengan bahasa sederhana "Anggap saya ini tukang becak atau orang yang ga pernah sekolah. Coba anda jelaskan tentang Aliran laminer". Mahasiwa yang coba-coba mengeluarkan kosakata canggih pasti langsung dihabisi. Kuliah dari pak diran dimata saya sangat acak. tidak nyambung dengan kurikulum atau mata kuliah. Bahkan soal ujiannya tidak nyambung dengan apa yang di ajarkan (seakan-akan bukan dia yang bikin soal ujian). Pak diran tidak mengajarkan textbook, namun mengajarkan cara berpikir dan cara memahami.

Beberapa hal yang masih saya ingat waktu kuliah:
  • pak Diran menggambar sebuah object yang berada dalam aliran fluida "Ini kentang" kata beliau. kentang tersebut selalu hadir dan disebut di banyak sesi kuliah.
  • Dalam satu kuliah pak diran bertanya, "Siapa yang bisa menjelaskan apa itu bubble dan mengapa terjadi?" Hampir semua anak di setrap di depan kelas karena tidak ada yang bisa menjelaskan sesuai harapan.
  • Ketika rilis film Apollo 13 (di bintangi oleh tom hank), pak Diran encourage mahasiswanya untuk menonton "Kalian coba nonton lah file 'Apollo 13' kalau ga ada uang, nabung dulu, kurangi rokok. Its a good movie." Dari semua film tentan penerbangan dan Antariksa, film 'Apollo 13' yang direkomendasikan.

Dan pak Diran akhirnya di panggil yang Maha Kuasa sore hari pada tanggal 17 september kemarin, terakhir saya ketemu beliau adalah pada acara buka puasa bersama di Bintaro sekitar awal Agustus 2013 lalu. Selamat Jalan pak Diran, Semoga Ilmu yang diajarkan akan terus menjadi Amal Jariah yang mengalir terus hingga Akhir jaman

1 komentar:

Ap!K mengatakan...

Selamat jalan dan semoga damai