ech's blog

thought and journey


Urus NPWP Pribadi

Baru-baru ini di kantor keluar kebijakan baru bahwa setiap karyawan harus mengurus NPWP Pribadi ke kantor pajak di domisili masing-masing. Urusan NPWP Pribadi ini termasuk urusan baru bagi saya, Namun ternyata direktorat pajak pun belum sepenuhnya melakukan sosialiasi terhadap para petugas dilapangan. Terbukti banyak komplain oleh teman-teman kantor (termasuk saya) yang mengalami hambatan saat mengurus NPWP Pribadi di kantor pajak lokal.

Yang saya lakukan pertama-tama adalah mendaftar di ereg.pajak.go.id . Dari situ saya memperoleh NPWP sementara. Setelah itu saya mengisi form SPT (Form 1770) kemudian setelah dilengkapi dokumen lain (foto coppy ktp, KK, dll), saya bawa berkas ini ke kantor pajak di wilayah saya. Ternyata disana mentah alias tidak bisa diterima. Nomor NPWP saya dikatakan salah. NPWP pribadi seharusnya diawali oleh angka 8, sementara NPWP saya diawali angka 24. Saya kurang paham tentang masalah ini (baru kali ini berurusan ke kantor pajak).

Kebetulan ada seorang teman saya, arif yang bekerja di kantor pajak. sekalian saya tanyak masalah ini, dan berikut ini penjelasannya via email:

-------8<----------
> mo nanyak dikit kalo boleh...

> menurut UU pajak yang baru (saya belom baca semua), diharapkan
> setiap individu bikin NPWP pribadi. Nah saya lagi ngurus NPWP
> pribadi dengan register di http://ereg.pajak.go.id:8080/login.do
> dan saya dapet NPWP Sementara (24.xxx.xxx.x.xxx.xxx)

> waktu saya kirim form SPT (form 1770) ke kantor pajak di jl enggano,
> kenapa mereka menolak dengan alasan NPWP saya salah (yang ngasih
> nomer NPWP memangnya siapa?) padahal print-out NPWP sementara itu
> sudah saya attach di form SPT tersebut. jadi mentok nih mo ngapain.

> Sebenernya prosedur mengurus NPWP pribadi and pengiriman form SPT
> gimana seh?

-ech-

memang benar setiap individu diharapkan mempunyai npwp n djp sekarang ini mengeluarkan ereg agar wp bisa dengan mudah mendapatkan npwp. hal ini diatur dengan keputusan dirjen pajak no. KEP- 173/PJ./>2004 (saya attach ya...).

nah, menurut kep tersebut setelah Anda mendaftar n mendapatkan npwp tersebut, masih ada hal2 yg perlu Anda lakukan.

1. Anda mencetak Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara, dan menandatangani Formulir Registrasi Wajib Pajak.

2. Anda menyampaikan Formulir Registrasi Wajib Pajak yang sudah ditandatangani beserta persyaratannya secara langsung atau melalui pos secara tercatat ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak pendaftaran dilakukan.

3. Surat Keterangan Terdaftar Sementara hanya berlaku selama 30 (tiga puluh) hari sejak pendaftaran dilakukan, dan hanya berlaku untuk pembayaran, pemotongan dan pemungutan pajak oleh pihak lain serta tidak dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan di luar bidang perpajakan.

nah dari keterangan di atas, mengenai ditolaknya spt Anda karena dianggap NPWPnya salah, itu karena Anda belum mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar, yg akan dikeluarkan setelah Anda menyampaikan hal2 yg di atas tadi. & juga SKTS hanya berlaku untuk pembayaran, pemotongan dan pemungutan pajak oleh pihak lain.

kalau untuk persyaratan pendafataran itu ada di dalam lampiran I keputusan di atas (saya attach juga ya...), di situ tertulis:

1. Untuk Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas:

- Fotokopi Kartu Tanda Penduduk bagi penduduk Indonesia, atau Paspor ditambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa bagi orang asing.


2. Untuk Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas:

- Fotokopi Kartu Tanda Penduduk bagi penduduk Indonesia, atau Paspor ditambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa bagi orang asing;

- Surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa.

nah, sekian dulu keterangan dari saya, semoga bisa membantu

kalo masih ada yg perlu ditanyakan lagi bisa kirim email lagi kok, via japri aja ya...

-------8<----------
Thx buat penjelasannya. oyah, tentang attachment surat keputusan dirjen pajak, silahkan download sendiri. Sampai Saat ini masih belum jelas tentang urusan NPWP saya karena setelah saya kirim berkasnya untuk memperoleh SKT ke kantor pajak, saya belum sempat lagi mengecek urusannya apakah beres atau belum.

Label:

11 Responses to “Urus NPWP Pribadi”

  1. # Anonymous Anonim

    bener nggak sih kl udah punya NPWP pribadi kita tiap bulan harus bayar kekantor pajak? padahal sy butuh surat itu hanya untuk persyatan KPR.tolong commentnya  

  2. # Blogger ech

    afaik, npwp pribadi adalah bukti anda adalah wajib pajak yang terdaftar. intinya semua wni adalah wajib pajak. Jika anda bekerja sebagai karyawan, pph anda biasanya sudah dibayarkan perusahaan (jika kumpeni anda pembayar pajak), jadi pada form SPT tahunan, tunggakan pajak anda = nol. Namun jika anda seorang pengusaha (atau punya usaha sampingan), berarti anda harus bayar pajak lagi sesuai dengan penghasilan yang didapat dari usaha tersebut.
    Itu juga kalau anda melaporkannya di form SPT.  

  3. # Anonymous Anonim

    ech,mau tanya...apakah daftar untuk dapat npwp pribadi ada biayanya? ato biasanya ada pungutan2 tak resmi? ato bener2 free?saya juga butuh untuk kpr. biasanya kalo kita mengurus npwp sendiri ke kantor pajak berapa lama ya prosesnya? thx for comment  

  4. # Anonymous Anonim

    Kalo dah daftar NPWP via ereg mmg hrs tetep ngasih kelengkapan berkas NPWP ke KPP Domisili WP ybs.
    Nmr itu mmg yg ngeluarin Kantor Pajak, tp selama kita belum ngasih kelengkapan berkas yg diperlukan ke Kantor Pajak, NPWP yg kita peroleh di sistem mrk msh status menunggu persetujuan.
    Logikanya bener jg sih, jaga2 kalo yg daftar NPWP via ereg itu cm org iseng aja, jd gak bs lgsg msk ke Database pajak begitu aja.
    Setauku NPWP gak ada biaya deh..
    :)
    cmiiw  

  5. # Anonymous Anonim

    buat kamu yang mau buat NPWP pribadi bisa langsung kekantor panjak sesuia didaerah mana anda tinggal dan itu tidak ada biayanya dan prosesnya 3-4 hari kalau kamu siap berkasnya,sprti (KTP,Surat Ket.tempat anda tinggal saat ini)paling ini yang bayar,surat keterangan dari tempat anda bekerja dan surat keterangan gaji, satu lagi jika anda status janda/duda lampirkan surat keterangan itu,kalau meninggal pasti ada surat dari kelurahan yang menyatakan itu.ini pengalaman saya waktu saya ambil rumah KPR.
    semoga bermanfaat.  

  6. # Anonymous Anonim

    sy mau buat/daftar npwp pribadi via ereg.pajak.go.id tapi nga bisa pdhl petunjuk nya username dan password sy sdh isi tp muncul selalu error..mhon bantuan...  

  7. # Anonymous Anonim

    Gimana cara urus pindah alamat NPWP Pribadi? Tks  

  8. # Anonymous Anonim

    Saya sdh tidak bekerja lg..tp msh sering dpt tagihan spt,, bagaimana yaa..apa ttp harus diisi atau gmana,, apa msh hrs bayar jg?  

  9. # Anonymous Anonim

    Dtg ke kantor pajak bwa kartu npwp sm fc ktp yg alamtnya baru, nanti disana dikasih form perubahan data wp, diisi trs ksh kartu npwp km yg lama sm fc ktp, tunggu z data km diubah sm pegawai n kartu npwp dgn alamat bru km dicetak

    Nb:bwt pindah alamat tp msh dlm lingkup kpp yg sama  

  10. # Anonymous Anonim

    Saya sarankan anda dtg k kpp lalu bwt permohonan jd wp non efektif (ne), krn kwjban npwp itu salah satunya lapor spt maka semestinya anda ttp lapor mskipun spt nihil, nanti kl udh jd wp ne anda g hrs lapor lagi kok, kl anda udh bekerja ato pny usaha, anda bs mohon diefektifkan lg, g ush dftr baru ntr
    Mengenai stp (surat tagihan pajak), anda sebaiknya byr dulu k bank trs sspnya dilaporkan k kpp supaya tenang krna ga da utang,
    Tp jika memang anda rasa tidak sanggup membayarnya sekaligus, anda bisa konsultasikan k ar utk meminta penangguhan ato pengangsuran  

  11. # Anonymous Anonim

    Sy harap wktu km bwt npwp, petugasnya udh bilang kl npwp ini pnya kwjiban perpajakn, jd walopun km bwt dgn tujuan melengkapi sarat kpr, km ttp msti byr pajak sesuai peraturan melalui bank, trs melaporkannya k kantor pajak dgn spt
    Kl km pegawai km udh dipotong pajakny sm perusahaan, tp kl km usahawan ato pekerja bebas km msti bayar n lapor sendiri

    Jadi>>>>bayar di bank>>>lapor spt k kantor pajak

    Ga da pmbyaran d kantor pajak cm LAPOR ya  

Poskan Komentar

Links to this post

Buat sebuah Link

Search

About me

  • /me orang biasa saja. Berkeluarga dengan satu istri dan dua orang anak. Saat ini bekerja di salah satu perusahaan konsultan IT. Mempunyai minat di bidang IT, astronomy dan Fisika. Hobby baca and ngoprek komputer.
  • My profile


Topik

Archives