22 Desember 2005

297 Tahun yang Hilang

Kalau ada yang bilang sekarang ini masih tahun 1708, percayakah anda? Kalau percaya, pertanyaan selanjutnya adalah dimana 297 tahun yang hilang itu?

Adalah Heribert Illig yang memperkenalkan hipotesis yang dikenal dengan "Phantom Time Hypotesis" yang mengatakan bahwa tidak pernah ada peristiwa dalam kurun waktu tahun 614–911 Masehi, alias potongan waktu tersebut telah "terlompat" dalam sejarah dunia. Jika ada rekaman sejarah terjadi pada tahun-tahun tersebut, berarti peristiwa tersebut terjadi pada masa yang lain. Penjelasan tentang hipotesis ini bisa dibaca disini.

20 Desember 2005

Pulang Terlambat

Sabtu kemarin saya pulang ke Jakarta dari Surabaya. Karena waktu kepepet (jam 15.30 masih di Pasuruan, sementara boarding ke pesawat jam 17.30) saya terbirit-birit ke bandara Juanda Surabaya sampai-sampai tidak sempat beli oleh-oleh.

Sampai Bandara tepat jam 17.00, Lhoo... pesawat delay sampai dengan pukul 19.20. Tahu begitu tadi nyantai aja di jalan. bengang-bengong di Bandara 2 jam lebih, untung bawa kartu kredit Gold. Sambil nunggu bisa makan minum gratis di Executive Lounge (baru kali ini merasa bahwa kartu kredit ternyata ada manfaatnya).

Sampai jam 19.20 masih belum bisa boarding. Ternyata hari ini ga cuma pesawat saya yang delay. Karena cuaca buruk banyak pesawat yang terlambat. Di gerbang sebelah ujung ada keributan, beberapa penumpang mengamuk karena delay dari siang sampai malam ini ga ada kejelasan jadi berangkat apa tidak. Saya tengok petugas maskapai penerbangan yang ter-amuk, Lhoo ternyata teman kuliah dulu. Kasian deh...

Akhirnya boarding jam 20.30, itu juga tidak langsung take-off. Ada penumpang yang salah naik pesawat (harusnya naik pesawat yang take off 15 menit yang lalu) tapi menolak turun dan menyalahkan petugas. Untung ada penumpang lain yang mengalah.

Sampai rumah jam 23.00 karena nunggu taxi kelamaan. Alhamdulillah Setidaknya selamat sampai di rumah. ternyata di Jakarta cuacanya biasa-biasa saja.

19 Desember 2005

Happy BirthDay Lutfan

LutfanSelamat ulang tahun yang pertama, anakku. Wahh ga kerasa yah kamu udah setahun terlahir. Alhamdulillah sampai sekarang kamu jarang sakit and ga rewel. pesen ayah, Makan yang teratur dan jangan suka begadang. Supaya kamu cepet gede dan jadi anak pintar.

15 Desember 2005

Review Fisika dalam Film

Nonton Film memang asik, apalagi film bertema fiksi ilmiah, biasanya seru. Tetapi film bukanlah kenyataan (kecuali film dokumenter). Seringkali cerita dalam film dan unsur-unsur ilmiah/fisika didalamnya jauh dari kenyataan. "Ah namanya juga film" begitu komentar sebagian orang. Orang senang berhibur. Nonton film adalah hiburan. Ngapain pusing-pusing mikirin penjelasan fisika tentang suatu film.

Namun tidak demikian halnya bagi sebagian orang. mereka percaya, tontonan "ilmiah" yang disajikan dalam film bisa mengacaukan persepsi dan pemahaman para penonton (terutama anak-anak) tentang ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini cukup berbahaya. Orang bisa menganggap bahwa suatu kejadian boleh terjadi karena ada adegan di dalam film yang memperagakan hal tersebut padahal kenyataanya tidak mungkin terjadi, Atau bisa jadi orang menyangka memang sesuatu "pernah terjadi" (sesuai dengan cerita dalam film) sehingga muncul hal-hal yang menyesatkan.

Dalam situs INSULTINGLY STUPID MOVIE PHYSICS direview beberapa film-film yang pernah beredar dilihat dari sudut pandang fisika. Mereka me-rating film sebagai berikut:
GP = Good physics in general
PGP = Pretty good physics
PGP-13 = Pretty good physics (untuk usia < 13 tahun)
RP = Retch (Bikin muntah)
XP = Obviously physics from an unknown universe
NR = Unrated.

Intinya Film ber-rating RP, XP secara fisika adalah menyesatkan. NR adalah rating untuk film yang tidak bisa di-rating karena sifat film tersebut yang tidak ilmiah (mungkin cerita tentang dari buku komik, fantasi, parodi atau sejenisnya)

Dan berikut adalah daftar film yang sudah di review
----------------------------------
[GP] Seven Years in Tibet (1997)
[GP] Road to Perdition (2002)
[PGP] Titanic (1997)
[PGP] The Terminator (1984)
[PGP] The Score (2001)
[PGP-13] Speed (1994)
[PGP-13] Collateral Damage (2002)
[PGP-13] Swordfish (2001)
[PGP-13] Pearl Harbor (2001)
[PGP-13] The Italian Job (2003)
[PGP-13] K-19 The Widowmaker (2002)
[PGP-13] The Sum of All Fears (2002)
[PGP-13] The Bourne Identity (2002)
[PGP-13] Speed 2: Cruise Control (1997)
[RP] The Abyss (1989)
[RP] The Day After Tomorrow (2004)
[RP] Reign of Fire (2002)
[RP] The Matrix Reloaded (2003)
[RP] The Matrix (1999)
[RP] The 6th Day (2000)
[RP] Independence Day (1996)
[RP] Eraser (1996)
[XP] A.I. Artificial Intelligence (2001)
[XP] Planet of the Apes (2001)
[XP] Star Wars: Episode I—The Phantom Menace (1999)
[XP] Armageddon (1998)
[XP] Star Wars: Episode III - Revenge of the Sith (2005)
[XP] The Core (2003)
[NR] The Matrix Revolutions (2003)
[NR] The Hulk (2003)
[NR] Spider-Man (2002)

Dead Zone @ Tsunami Epicenter

Tsunami di aceh yang terjadi satu tahun yang lalu masih menyisakan derita bagi sebagian besar warga aceh yang terkena musibah.

Ngomong-ngomong tentang dampak tsunami kemarin, ada sedikit fakta mengejutkan. Para ilmuwan yang menyelidiki wilayah sekitar pusat gempa atau epicenter (di wilayah lautan Hindia sebelah barat laut Banda Aceh) menemukan fakta bahwa wilayah tersebut benar-benar "mati" alias tidak ada kehidupan. Penyelidikan dilakukan sekitar lima bulan setelah tsunami. Normalnya, dalam kurun waktu tersebut sudah terjadi normalisasi kehidupan dan re-kolonialisasi beberapa jenis binatang. Setidaknya biota laut lain seperti kerang-kerangan, bintang laut atau cacing laut ada, namun sejauh kamera explorasi menyelam, tidak ada satupun tanda-tanda kehidupan.

Reportase lengkap baca disini.

12 Desember 2005

Teorema Terakhir Fermat

fermatKalau anda adalah seorang peminat matematika, mungkin pernah mendengar "teorema terakhir fermat". Sebenarnya istilah "terakhir" bukan berarti teorema yang terakhir dipublikasikan, melainkan terakhir untuk dibuktikan. Ternyata memang tidak ada bukti yang berhasil ditemukan selama 357 tahun.

Adalah seorang matematikawan abad ke-17 bernama pierre de Fermat yang sering menulis komentar di bagian pinggir buku, menulis (kira-kira) sebagai berikut " tidak ada solusi (selain nol) untuk semua x,y,z dimana Xn + Yn = Zn dimana n > 2. Saya punya bukti yang meyakinkan untk hal ini tapi sayang pinggiran buku ini terlalu sempit untuk menuliskannya". Pernyataan ini yang dikenal dengan teorema terakhir fermat karena sampai akhir hayatnya tidak pernah dipublikasikan bagaimana pembuktian yang dimaksud.

Walaupun kelihatan hanya sebuah soalan yang kelihatan sederhana namun selama lebih dari 300 tahun belum ada satupun matematikawan yang berhasil membuktikan teorema tersebut.

Akhirnya seorang bernama Andre Wiles yang waktu berumur 10 tahun membaca mengenai teorema ini. "Selama 300 tahun tidak ada seorang matematikawan besar yang berhasil membuktikan teorema ini. Aku harus bisa!" Demikan kira2 pikirannya waktu itu. Kurang lebih selama tujuh tahun doi berkonsentrasi untuk memecahkan masalah tersebut hingga akhirnya sekitar awal pertengahan tahun 1993. Doi menggunakan pembuktian dalam permasalahan "Taniyama-Shimura conjecture" yaitu suatu permasalahan tentang kurva ellips. Dala kuliah tentang pembuktian ini yang terbagi dalam 3x pertemuan bukannya membicarakan tentang teorema fermat, doi malah menjelaskan tentang kurva elllips, namun dalam kuliah terakhir, Wiles menggiring para peserta ke tujuan sebenarnya. Segera setelah doi mneyelsaikan pembuktian "Taniyama-Shimura conjecture" dia menuliskan teorema terakhir Fermat di papan tulis dan berkata "Saya pikir cukup sampai disini".

Sebenarnya ada sedikit masalah, pembuktian yang diberikan masih mengandung kesalahan. Hal ini ditemukan oleh nick Katz. setelah berusaha menelusuri kembali pembuktiannya, akhirnya pembuktian ini rampung pada tahun 1994, terdiri atas 200 halaman berisi rumusan yang kalau dibaca akan sulit dipahami oleh sebagian besar orang.

walau demikian, tampaknya belum benar-benar solve. Pembuktian yang ditemukan wiley bisa jadi tidak sama dengan pmbuktian yang dimiliki Fermat. Menurut Wiley, teknik yang dia gunakan untuk membuktikan teorema ini belum ada pada zaman ketika fermat masih hidup. Jadi masih ada dua kemungkinan: Terdapat pembuktian yang lebih sederhana, atau sebenarnya fermat berbohong (bahwa dia punya pembuktiannya)

Sumber:
http://www.damninteresting.com/?p=246
http://en.wikipedia.org/wiki/Fermat's_last_theorem