
Setelah menikah berasa sekali kami membutuhkan kendaraan. setidaknya sebuah sepeda motor akan sangat berguna untuk mobilitas kesana dan kemari. Dan akhirnya mimpi itu jadi kenyataan juga. Sekitar awal desember lalu, setelah menghitung-hitung, ternyata ada dana untuk membeli sebuah sepeda motor.
Sebelum membeli motor, kami masih pikir-pikir motor merk apa yang mau dibeli. Terpikir untuk membeli Yamaha RX King yang bisa lari kenceng (sampai-sampai di sebut "motor tukang copet") namun kalau dipikir-pikir, motor RX King yang bermesin 2 tak pastilah boros. Kedua, Motor RX King tida bisa di gantungin barang, padahal pengalaman kalau saya berpergian dengan istri, setidaknya pulang membawa oleh-oleh alias belanjaan atau barang bawaan. Akhirnya di putuskan untuk membeli motor bebek, dan pilihan Jatuh ke Honda Karisma 125 D.
Kenapa pilih Karisma? pertama karena mesinnya cukup besar: 125 cc (motor bebek lain rata-rata 100-110 cc), selain itu (katanya) irit dan awet serta hharga purna jualnya ga jatuh.
Setelah menunggu sekitar dua minggu, akhirnya akhir desember, pesanan tiba. Potongannya keren juga, tapi sayang BPKB dan STNKny abelum keluar, baru sekitar seminggu yang lalu, dan kebetula nomor polisinya cukup cantik, B 7770 SL.
Si Brissa, my computer, kayaknya udah kudu pensiun. Komputer yang saya beli pertengahan tahun 99 (Lebih dari 4 tahun lalu) bertenaga AMD 350MHz / memory 256 MB ini sudah tidak mencukupi untuk kegiatan ngoprek sehari-hari. Selama ini terinstall winMe karena diinstall win 2000 saja sudah lambat, di pakai memutar film format DivX v3 juga patah-patah. Belom pernah diinstall XP, tapi ga kebayang deh. Keinginan untuk mempensiunkan komputer ini makin kuat ketika dicoba untuk memutar DVD gambarnya patah-patah. So, bertepatan dengan hari ulang tahun saya, Istri saya menganggarkan dana untuk membeli komputer.
Sejak menikah dan pindah ke Tanjung Priuk, saya membawa serta sebagian buku-buku serta komputer saya. satu barang tidak saya bawa: speaker komputer. Selama ini saya menggunakan Mini compo (merk Sony) sebagai speaker active untuk komputer saya. Namun saya tidak tega untuk membawanya ke priuk. Selama ini adik saya menggunakan komputer dan Mini Compo tersebut. Kalau saya bawa semua dia bakal kehilangan banyak fasilitas, sementara kalau saya belikan yang baru saya belum mampu. Akhirnya saya putuskan untuk menghadiahkan Mini Compo tersebut untuk adik saya.
Dikantor saya ada yang disebut dengan sertifikat allowance atau tunjangan sertifikat. Kalau ada pegawai yang memperoleh sertifikat (tertentu) berhak mendapat tunjangan sertifikat. Ada beberapa skema sertifikasi yang di setujui, semisal CCNA dari cisco atau MCP dari Microsoft.