08 Januari 2007

Kromosom XY

Tentunya kita semua masih ingat betul reaksi pro dan kontra masyarakat atas keputusan Aa Gym berpolygami. Bukan... saya gak lagi ngomongin polygami. masalah polygami hanyalah salah satu ekses dari perbedaan gender. Ngomongin konflik gender antara pria dan perempuan emang ga ada matinye, terutama masalah persamaan hak antara laki-laki dan wanita. Kadang saya agak heran juga. Bukannya mau membeda-bedakan. Bukannya laki-laki dan wanita secara fisik, biologis dan psikologis emang beda? Kadang saya melihat (menurut kacamata saya), beberapa issu persamaan hak yang diperjuangkan kaum feminis agak kurang proporsional menurut kodrat wanita. Ah sudah lah.. nanti kalau diterusin bisa jadi berantem.

Perbedaan pria dan wanita adalah, pria memiliki sepasang kromosom yang disebut kromosom XY, sementara wanita memiliki pasangan Kromosom XX. menurut ilmu genetika, Kromosom X dan Y yang membedakan jenis kelamin seorang individu. "Pertarungan" pria dan wanita adalah hal yang lazim dalam masyarakat kita. Yang mungkin tidak lazim adalah fakta ilmiah bahwa "pertarungan" juga terjadi di level Genetika. Ya... Berbeda dengan Pasangan kromosom lainnya yang akur dan mesra, Pasangan kromosom X dan Y pada manusia kenyataanya saling menyerang dengan membuat enzym yang merusak DNA lawan. Fenomena ini dikenal dengan nama Interlocus Contest Evolution (ICE). Ironisnya, Berbeda dengan dunia nyata, disini pihak yang tertindas adalah koromosom Y alias kromosom Pria. Akibat serangan dari kromosom X, kromosom Y bermutasi habis-habisan. Dibanding Kromosom lainnya, Kromosom Y adalah kromosom paling kecil sekaligus paling efektif.

Kedengarannya aneh, namun kurang-lebih seperti itulah yang ditulis oleh Matt Ridley dalam buku "GENOM: Kisah Species Manusia" ketika membahas Kromosom XY. Ada sebuah gen dalam kromosom X yang bertugas membuat enzym yang mematikan sperma berjenis kelamin Pria (Sperma Y). Jika ada seorang pria mempunyai Gen seperti itu, hampir dipastikan Pria tersebut jika menikah hanya akan memiliki anak perempuan.

Fakta tertindasnya kromosom Y menyebabkan secara alamiah, pria cenderung lebih sedikit dilahirkan dibanding wanita. Lebih radikal lagi, seorang professor bernama Bryan Sykes menulis buku yang berjudul "Adam's Curse: A Story of Sex, Genetics, and the Extinction of Men" meramalkan bahwa pada suatu hari nanti umat manusia akan punah disebabkan seiring dari generasi ke generasi, semakin sedikit anak laki-laki yang dilahirkan.

Dari dulu sampai sekarang yang sering terdengar ceritanya adalah pria menindas wanita. Namun menindas atau tertindas, masalahnya adalah bagaimana masing-masing (pria dan wanita) menafsirkan relasi yang terjadi diantara mereka. Contoh, secara fisik pria lebih kuat dibanding wanita dan juga lebih dominan. karena kelebihannya itu kaum pria mengambil peran sosial sebagai pemimpin kaum wanita. Namun dikalangan wanita sendiri terbersit keyakinan bahwa pria sesungguhnya menjajah wanita.

Mungkin benar apa yang diperkirakan para ahli genetika. Semakin sosial dan komunikatif sebuah species, makin besar peluang species tersebut untuk menderita akibat ulah gen-gen antagonistik seksual mereka, karena komunikasi antar jenis kelamin merupakan medium yang mengaktifkan gen-gen tersebut. Relasi yang terjadi antara pria dan wanita tidak lain adalah dorongan kromosom-kromosom mereka. Dan siapakah species paling sosial di planet ini? MANUSIA.

5 komentar:

acha mengatakan...

nice, analisa yang bagus bro

dhani mengatakan...

Setelah semakin sedikit anak laki-laki yang dilahirkan, itulah saatnya untuk rame2 berpoligami *canda* :).

Anyway Genom memang buku bagus. Saya suka sistematika Riddley dlm menulis buku ini. Saya juga setuju dg statement yg selalu dia ulang2 di bukunya ini: Gen bukan diciptakan untuk membawa penyakit.

Anonim mengatakan...

thanks ya ech, nambahin wawasan ku soal si "xy" but .. secara ilmiah (teoritis tentunya) ingin anak lelaki atau perempuan toh dapat direncanakan. Contoh di Cina, diperkirakan 20 tahun kedepan para laki-laki akan kesulitan mencari istri, hal itu disebabkan adanya kebijakan yang hanya memperbolehkan mereka punya anak satu saja dan kebetulan mereka menganut budaya yang paternalistik, sehingga rata2 mrk cenderung ingin punya anak laki2. dan teori perencanaan pembuatan anak pra kehamilan diterapkan, hasilnya sejak lima tahun yang lalu kelahiran bayi diCina kebanyakan laki2. nah fakta berbicara kan?
Dan satu lagi, aku kurang setuju deh kalo mendakwa punahnya "pejantan" adalah penyebab kiamat. Kalo terpaksa sudah ada kelangkaan laki2 pasti dunia bio tekno tak akan tinggal diam untuk membudidayakannya hehehe just a joke

ech mengatakan...

Hi Anonymous. thx juga udah ninggalin comment.
However, perencanaan kelahiran dasar teorinya adalah mengusahakan telur dibuahi oleh sperma-Y. Lha kalau sperma-Y nya tidak di produksi, tentu ga akan berhasil.

Kasus di china, fakta sesungguhnya adalah banyak sekali anak perempuan yang dibunuh, digugurkan atau di buang oleh orang tuanya (karena kebijakan 1 anak tersebut). Secara alamiah harusnya perempuan lebih banyak dari laki-laki, tapi dasar manusia (atau dasar laki-laki?) suka merekayasa agar laki-laki lebih banyak terlahir dari pada perempuan. Ini mungkin juga efek dar pertarungan genetik X dan Y.

teori "punahnya" laki-laki memang masih kontroversial, lagi pun jikalau benar, pasti ilmuwan akan berusaha mengatasinya. Masalahnya adalah apakah hal ini memang ada obatnya? lets wait.

IsI HAti ORang bIAsa mengatakan...

tq ya ne tulisan da bantu aq




orangbiasa17.blogspot.com