ech's blog

thought and journey


Sirup cap Bango

Tahu kecap cap bango? pasti tahu, iklannya sering banget muncul di Teve. kalo sirup cap bango? Belum tentu yah.. ternyata ini adalah produk tidak terkenal. sedikit orang yang saya kenal pernah minum atau paling tidak pernah dengar. Saya yakin diantaranya pernah ada yang minum tapi tidak sadar.

Sirup cap bango adalah vaforit keluarga saya sejak dahulu. Jika ibu saya ulang tahun, kami anak-anaknya patungan beli sirup ini sebagai hadiah. Tempat belinya tidak terlalu susah, di toko tempat biasa orang jual minuman ringan dan sirup-sirup, biasanya jual juga sirop cap bango. Memang harganya relatif murah (< Rp 8.000 per botol) namun harus di akui untuk masalah rasa, sirop cap bango lebih enak atau paling tidak, boleh diadu dengan sirop-sirop merk terkenal. oyah, rasa yang paling populer dalah rasa pisang ambon.

Tapi itu dulu sewaktu kami masih tinggal di daerah pademangan (jakarta Utara) Sejak keluarga saya pindah ke bekasi, ibu saya mengeluh bahwa beliau tidak pernah menemukan toko yang menjual sirup ini di bekasi. kalau mau beli, kudu "import" alias beli sendiri di pademangan. Saya ingat, pernah saya memecahkan botol sirup cap bango yang masih penuh, ibu saya mengomel-ngomel. Bukan karena botol yang pecah atau susah membersihkan serpihan beling, tapi beliau bilang "capek tau... bawa dari pademangan. Gantiii!!"

Ketika saya menikah dan tinggal di daerah tanjung priuk, saya menyadari kalau di sini cukup mudah membeli sirop cap bango, oleh karena itulah sirup cap bango menjadi oleh-oleh wajib jika saya berkunjung ke rumah orang tua di bekasi. "jangan lupa.." itulah pesan ayah saya ketika saya konfirmasi bahwa besok saya akan datang berkunjung.

Suatu saat saya tergelitik untuk memperkenalkan sirop ini ke teman-teman di kantor. "cobain deh sirop favorit keluarga saya. atau udah pernah coba?" diluar dugaan, teman di kantor cukup antusias dengan sirop merek baru ini. Komentar mereka adalah bahwa sirop ini tidak menimbulkan rasa gatal di tenggorokan sebagaimana kebanyakan sirop-sirop yang lain. rasa manisnya seperti alami. Bulan ramadhan ini saya berhasil menjual sekitar 14 botol sirup ke teman-teman di kantor. Kalau saya datang ke toko tempat jual sirup, si penjual sudah senyum2, "orang ini kalau datang, pasti cuma mau beli sirup cap bango..."

Apakah saya untung besar berjualan sirup di kantor? tidak juga, karena saya tidak ambil untung banyak. Kepuasannya adalah sukses memperkenalkan produk unggul yang tidak terkenal.

Label:

4 Responses to “Sirup cap Bango”

  1. # Anonymous Anonim

    Kalo boleh tau...minta cp ato alamat toko yg bisa dihubungin yg jual sirup bangau pisang ambon ini...kalo yg di bandung tau ga bisa nemuin dimana? Soalnya di bandung susah bgt nyarinya....makasih yak....  

  2. # Anonymous Juliana

    Ceritanya lucu...
    Salam kenal ya...  

  3. # Blogger Brian Marjunani

    Bro Novi, no telpon ente berapa nee ? ane mau order banyak sirup nya bisa ?

    di tunggu yaa  

  4. # Blogger Titie athiya

    Wah bener tuh, kemaren belum lama ada orang nyari syrop bango,kebetulan saia bru pindah, n tetangga persis didepan saia setiap bulan puasa selalu jualan syrop itu...saia udh pernah minum syrop pisang ambon tp merck sarang sari...cerita yg menarik ...mampir yaa ke blog aku (titie athiya)  

Poskan Komentar

Links to this post

Buat sebuah Link

Search

About me

  • /me orang biasa saja. Berkeluarga dengan satu istri dan dua orang anak. Saat ini bekerja di salah satu perusahaan konsultan IT. Mempunyai minat di bidang IT, astronomy dan Fisika. Hobby baca and ngoprek komputer.
  • My profile


Topik

Archives